Zat Besi Bagi Ibu Hamil

4 12 2008

Berdasarkan data dari Direktorat Bina Kesehatan Ibu, Departemen Kesehatan (Depkes), saat ini angka penderita Anemia pada ibu hamil di Indonesia diperkirakan mencapai 40%. Seperti diketahui anemia berdampak pendaharahan pada ibu hamil saat melahirkan.Tingginya angka penderita anemia pada ibu hamil itu juga bisa dilihat dari masih tingginya AKI (Angka Kematian Ibu) saat melahirkan di Indonesia. Menurut Direktur Bina Kesehatan Ibu Depkes, dr Sri Hermiyanti pemerintah terus berupaya menekan angka tersebut, mengingat anemia merupakan salah satu penyebab pendarahan pada ibu hamil. Tercatat pendarahan merupakan penyebab dominan meninggalnya ibu saat melahirkan.


Dengan kata lain pendarahan menjadi faktor utama penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia yang besarnya 307/100 ribu kelahiran hidup. Salah satu upaya Depkes dalam menekan angka anemia pada ibu hamil adalah melalui sosialisasi pentingnya mencegah anemia pada ibu hamil serta pemberian suplemen zat besi (tablet fe) secara gratis. Sosialisasi dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari Puskesmas, PKK, LSM, gerakan dan organisasi kemasyarakatan. Dalam sosialisasi tersebut disamping menekankan pentingnya memenuhi asupan gizi yang dibutuhkan ibu hamil ditekankan pula pentingnya mengonsumsi suplemen zat besi selama kehamilan.oleh karena itu kegiatan sosialisasi tersebut jga melibatkan keluarga dan kerabat dekat ibu hamil.merekalah yang diharapkan menjadi pemantau kesehatan ibu hamil termasuk juga konsumsi suplemen zat besi. Meski kondisi fisik dan asupan gizinya baik, seorang ibu hamil tetap memerlukan suplemen zat besi untuk mencegah terjadinya anemia.

Tablet fe diberikan secara gratis bagi ibu hamil melalui Puskesmas puskesmas. selama kehamilannya seorang ibu hamil mendapatkan jatah 90 tablet fe. Asupan zat besi memang lebih besar pada ibu hamil, yakni minimal 3 mg/hari Namun apabila kehamilan sudah mencapai delapan bulan kebutuhan akan zat besi lebih banyak lagi.yaitu sekitar 8 mg/hari.

Untuk itu para ibu hamil perlu mengonsumsi makanan yang tinggi mengandung zat besi, sepewrti yang terdapat dalam daging merah, hati sayuran hijau, biji bijian, kacang kacangan. Dan lain sebagainya. Mengonsumsi cukup vitamin C juga penting, sebab vitamin C membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Sementara untuk teh atau kopi sebaiknya dihindari, karena teh dapat mengurangi penyerapan zat besi.

Adapun gejala anemia pada ibu hamil adalah :

l Cepat letih, pucat, susah bernafas, jantung berdebar debar, dan mudah pingsan.

l Tidak kuat mengatasi pendarahan.

l Masa pulih setelah melahirkan lambat.

l Mudah terkena kuman.

l Berisiko melahirkan bayi prematur.

Sebenarnya masalah anemia di Indonesia bukan cuma terjadi pada saat ibu hamil. Gejala anemia terjadi pada gadis gadis remaja. Penelitian menunjukkan bahwa 40% anak perempuan SD menunjukkan gejala anemia.hal tersebut perlu dicermati sebab para gadis remaja tersebut nantinya akan menjadi ibu rubah tangga dan hamil. Karena itu bila masalah anemia tidak diatasi sejak dini, maka usaha Pemerintah untuk menurunkan AKI berjalan lambat.

Dengan begitu AKI di Indonesia akan tetap mendudukiperingkat pertama di ASEAN.*



Tindakan

Information

Satu tanggapan

4 12 2008
senopatiarthur

Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.