Pernahkah kita merenungkan siapa sebenarnya diri kita ini? Pernahkah terpikir dalam benak kita ; darimana, hendak kemana dan untuk apa kita hidup di dunia ini? Orang yang ma’rifat akan menemukan jawabannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Barang siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Rabb-nya (Tuhannya)”.
Maka akan terasa aneh bila seseorang tidak mengenal dirinya sendiri. Ibarat pasien ia harus tahu lebih dahulu apa gejala penyakit yang menimpanya sebelum ia berkonsultasi kepada dokter dan meminta resep obat.
Jadi kenalilah diri Anda sendiri. Jika kita mampu mengenali diri sendiri dengan sebenarnya serta mengerti kedudukan yang diberika oleh Allah swt.kepada kita, maka kita dapat menunaikan hak Allah yang menjadi kewajiban kita.
Dengan demikian kita akan sampai pada ma’rifatullah (mengenal Allah) sebagaimana firmannya, “Dan dalam diri kalian, tidaklah kalian memperhatikan?” (QS.Adzariyaat 21)
Untuk mengenal kedudukan kita di hadapan Allah, maka Dia memfasilitasi kita dengan 2 hal yakni ayat kauniyah berupa alam semesta dengan segala isinya. Sedang yang kedua adalah ayat qauliyah berupa firman firmannya yang diwahyukan kepada Rasul Nya yaitu Al Qur’an.
Kemudian secara fungsional manusia mendapat tiga tugas yaitu :
Sebagai ar-ri’ayah. Artinya manusia sebagai pengelola bumi untuk kemaslahatan seluruh alam.
Sebagai khalifah. Yakni manusia bertugas memakmurkan bumi. Allah swt menundukkan segala sesuatu dibumi ini untuk manusia.
Sebagai imarah. Yakni manusia memimpin seluruh makhluk Allah di bumi. Semua itu dilaksanakan semata mata agar manusia hanya menghambakan dirinya dan beribadah kepada Allah.
Jadi sudahkah kita mengenal siapa diri kita ini sebenarnya, akankah hidup ini akan berlalu tanpa makna yang berarti? Sementara itu nanti Allah meminta pertanggungjawaban apa yang telah kita perbuat selama ini di dunia.*




Komentar Terakhir