Pernahkah kita merenungkan siapa sebenarnya diri kita ini? Pernahkah terpikir dalam benak kita ; darimana, hendak kemana dan untuk apa kita hidup di dunia ini? Orang yang ma’rifat akan menemukan jawabannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Barang siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Rabb-nya (Tuhannya)”.
Maka akan terasa aneh bila seseorang tidak mengenal dirinya sendiri. Ibarat pasien ia harus tahu lebih dahulu apa gejala penyakit yang menimpanya sebelum ia berkonsultasi kepada dokter dan meminta resep obat.
Jadi kenalilah diri Anda sendiri. Jika kita mampu mengenali diri sendiri dengan sebenarnya serta mengerti kedudukan yang diberika oleh Allah swt.kepada kita, maka kita dapat menunaikan hak Allah yang menjadi kewajiban kita.
Dengan demikian kita akan sampai pada ma’rifatullah (mengenal Allah) sebagaimana firmannya, “Dan dalam diri kalian, tidaklah kalian memperhatikan?” (QS.Adzariyaat 21)
Untuk mengenal kedudukan kita di hadapan Allah, maka Dia memfasilitasi kita dengan 2 hal yakni ayat kauniyah berupa alam semesta dengan segala isinya. Sedang yang kedua adalah ayat qauliyah berupa firman firmannya yang diwahyukan kepada Rasul Nya yaitu Al Qur’an.
Kemudian secara fungsional manusia mendapat tiga tugas yaitu :
Kenali Diri Anda
8 02 2009Komentar : Komentar Dimatikan
Kategori : Agama Islam
Shaf Bagian dari kesempurnaan Shalat
19 01 2009
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kedisiplinan danketeraturan hidup. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan shalat berjamaah. Pengaturan shaf shalat punya makna akan kerapian yang cermat. Bahkan penanaman nilai nilai yang terkandung di dalamnya melebihi kerapian dan kedisiplinan militer.
Seperti layaknya upacara kemiliteran, seorang imam bertanggung jawab memeriksa barisan atau shaf makmumnya. Jika komandan upacara menginspeksi pasukan sebelum upacara dimulai, demikian pula seorang imam.ia harus menata dan merapikan shaf jamaahnya sebelum takbiratul ikram. Rasulullah saw bersabda, “Ratakan (rapat dan lurus) shaf kalian, sebab meratakan shaf adalah termasuk kesempurnaan shalat” (HR. Bukhari Muslim). Jadi tidak sempurna shalat jamaah kita jika tidak rapi shafnya.
Selain itu imam tidak cukup hanya berkata luruskan dan rapatkan shaf lantas memulai shalatnya sedangkan shafmakmumnya masih belum rapi. Imam juga harus memberikan pengarahan dan pengertian khusus kepada makmum yang belum sempurna posisinya. Berikut ini beberapa panduan mengatur kerapian shaf bagi imam dan makmum berdasar tuntunan Rasulullah saw.
Baca entri selengkapnya »
Komentar : Komentar Dimatikan
Kategori : Agama Islam
As Sunnah
22 12 2008
Al-‘Allamah Ibnul-Qayyim mengatakan : “Yang harus dilakukan oleh setiap orang muslim adalah meyakini bahwasannya tidak ada satu pun Sunnah yang terdapat dalam Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang shahih bertentangan dengan Kitabullah, tetapi Sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersama Al-Qur’an itu mempunyai tiga kedudukan, yaitu :
Kedudukan pertama, Sunnah yang sejalan dengan Al-Qur’an dan menjadi dalil bagi apa yang Al-Qur’an menjadi dalil baginya.
Kedudukan kedua, Sunnah yang menafsirkan Al-Qur’an, menjelaskan maksud Allah dari apa yang dikandungnya, serta membatasi kemutlakannya.
Kedudukan ketiga, Sunnah yang mengandung suatu hukum yang didiamkan oleh Al-Qur’an, sehingga Sunnah menjelaskannya dengan penjelasan tersendiri.
Tidak diperbolehkan menolak salah satu dari ketiga pembagian di atas, dan tidak ada kedudukan keempat bagi Sunnah di samping Al-Qur’an.
Komentar : Komentar Dimatikan
Kategori : Agama Islam
As Sunnah 2
22 12 2008Oleh : Abduh Zulfidar Akaha
Adalah sangat mengada-ada dan dipaksakan jika orang-orang yang mengingkari Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa Sunnah itu tidak ada hanya dikarenakan tidak ada penyebutan kata “Sunnah Nabi” atau “Sunnah Rasul” di dalam Al-Qur`an. Sebab, tidak semua hal harus disebutkan secara letterledge (harfiyah) oleh Allah dalam Kitab-Nya, dan itu adalah hak prerogatif Allah yang tidak bisa diganggu gugat. Bagaimanapun juga, setiap bahasa mempunyai kaidah dan gramatikanya sendiri. Begitu pula dengan Bahasa Arab. Penggunaan kata ganti orang kedua dan ketiga serta penyebutan sesuatu dengan menggunakan kata yang lain adalah sesuatu yang sangat biasa. Bahkan dalam bahasa apa pun.
Komentar : Komentar Dimatikan
Kategori : Agama Islam
Islam bukan Teroris !!
22 12 2008
Sesak hati ini. Persepsi itu sudah menjamuri sebagian besar kepala masyarakat indonesia bahkan dunia saat ini. berislam dengan Khaaffah saat ini sudah merupakan barang yang terkadang dianggap aneh. Media massa yang “konvensional” segaja membesar-besarkan bahkan terang-terangan melebih-lebihkan berita. padahal mereka juga beragama Islam, agama yang seharusnya mereka bela dengan sepenuh hati. Media–yang disesaki oleh orang-orang konvensional–sekarang sudah terbiasa menyajikan berita-berita tetang teroris-teroris yang meresahkan masyarakat. kalau memang disajikan berdasarkan fakta dilapangan ya memang sewajarnya dan memang sudah seharusnya. namun pada kenyataannya berita-berita tersebut kadang terkesan menyudutkan umat Islam.
Komentar : Komentar Dimatikan
Kategori : Agama Islam




Komentar Terakhir